>>Hukuman Yang Terselesaikan<<
Cerita sebelumnya mengisahkan tentang seorang remaja yang selalu terkena hukuman karna sering datang terlambat. Namun kali ini sang satpam yang selalu memberikan sanksi yang selalu sama kini merubahnya dengan permintaan sesosok gadis remaja pintar yang disegani disekolahnya. Abdul, itulah nama seorang remaja laki-laki yang sedang terjebak disebuah kelas horor. Perlakuan kejam, aura dingin, tatapan tajam para siswa atau siswi yang ada didalam kelas itu seakan mengisyaratkan abdul untuk tidak mengunjungi tempat itu lagi. Karna bersikap menggangu pelajaran dimata guru IPA nan garang itu, abdul dihukum untuk mengasah kemampuannya dalam 5 pertanyaan melawan kurang lebih 40 orang dalam kelas itu. Pertanyaam pertama sudah dilontarkan guru IPA itu, dan itu telah dijawab oleh gadis yang abdul temui saat didepan gerbang sekolahnya itu. Hanya sisa 4 pertanyaan lagi, harap-harap cemas sudah berada disisi abdul saat itu, ia hanya diberikan 3 kesempatan dalam menjawab, kurang dari 3 soal ia menjawab, maka abdul harus menerima hukuman lain dari pak satpam itu. Siapa yang mau bila disuruh menggantikan tukang sampah maupun pengurus sekolah untuk membersihkan semua sampah dan kelas disekolah itu, buruknya dia hanya sendirian saja. Sebelum pertanyaan kedua dilontarkan oleh guru IPA itu, abdul mengajukan tantangan kepada guru itu.
"bu, bagaimana kalau pertanyaannya yang lebih sulit sedikit. itu hanya hal formal yang terlupakan oleh murid-murid disini, sebenarnya mereka tau jawabannya hanya saja mereka mengalami pikun diusia muda" dengan jelasnya abdul aziz menantang sekaligus meledek murid-murid yang berada dikelas itu.
"huh. kau menantang ya, baiklah"
Sang guru pun memulai kuis yntyk abdul dan seluruh murid dikelasnya.
"stronomi adalah ilmu yang rumit. bila kita tidak bisa peka dan serius dalam penelitian astronomi maka kalian akan mengalami kerusakan yang fatal, berbeda beberapa inchi dari pernyataan yang sebenarnya saja sudah bisa membuat celaka bumi kita. Untuk bisa menjelajahi alam semesta ini dengan mudah kita harus membuat kendaraan yang berkecepatan cahaya, dengan itulah, apapun yang berada jauh permilyaran kilo meter dari muka bumi ini mampu dicapai dengan secepat kilat. dan pertanyaan ibu kepada kalian dan anak sombong yang berada didepan ini adalah. berapa jarak kolimeter dalam laju 1 kecepatan cahaya ?" penjelasan demi penjelasan dikatakannya, dengan berjalan bagai setrikaan. ia akhirnya memberikan pertanyaan yang tidak terlalu sulit. murid-murid yang mendengar itu sontak membuat handphone mereka keluar dari persembunyiannya. tidak dengan abdul dan rina, ia terlihat sedang mengingat-ingat sesuatu.
"biarkan saya yang menjawab pertanyaannya bu guru, 1 laju cahaya itu sama dengan 1.079.252.848,80 kilometer per jam bila dijadikan menit adalah 17.987.547,48 kilometer dan akan lebih cepat lagi bila kita menjadikannya dengan detik dengan kecepatan 299.792,46 kilometer." jawab seseorang dengan lengkapnya. membuat semua murid tercengang karna para murid yang sudah mencari pun masih belum bisa menghafalnya begitu cepat.
"huh. bagus nak, tidak salah kau selalu menjadi murid yang cerdik. tapi tetap saja kau ini SOMBONG, DASAR BOCAH YANG TIDAK TAU ATURAN, KENAPA SELALU DATANG TERLAMBAT HAH !!!" teriakan yang luar biasa sampai-sampai tukang bersih-bersih sekolah yang lewat berhenti sejenak hanya untuk menutup telinganya karna teriakan guru IPA itu. Sungguh luar biasa, bulu kuduk samapai bulu ketiak pun menjadi merinding oleh teriakan itu.
Beberapa pertanyaan sudah diberikan oleh guru itu, skor yang diperoleh abdul adalah 2 dan murid lain yaitu rina juga mendapatkan point 2. Hanya perlu satu point saja supaya abdul dapat terbebas dari kurungan yang membuat darahnya bergejolak. Sampailah mereka dipertanyaan terakhir dari guru IPA itu, semua murid berusaha konsentrasi dengan wajah yang meyebalkan seakan tatapan mereka seperti harimau yang ingin memangsa targetnya.
"oke sampailah kita dipertanyaan terakhir. Ibu akan memberikan kalian pertanyaan cerita, dengarkan baik-baik dan konsentrasi, karna cerita ini akan sedikit panjang..."
"guru macam apa dia, awalnya bersikap galak, tapi kenapa sekarang dia terlalu terbawa suasana. Ditambah lagi wanita itu, kenapa hanya dia saja yang bisa menjawab pertanyaan dari guru itu, saya curiga dia yang merencanakan ini semua." dengan wajah curiga dan sedikit kesal batin abdul terus berkata-kata serta mengeluh dengan apa yang dialaminya saat ini.
"ini ceritanya, ada seorang pemuda dari suatu daerah pergi kejakarta, malangnya pemuda itu tidak tahu harus bagaimana dijakarta. Sekian lama dia mencari tempat tinggal dan pekerjaan dengan sisa uangnya serta ijazah yang dibawanya. Tidak lama dia bertahan dijakarta, ada suatu kejadian yang mengenaskan oleh pemuda itu, dia ditemukan tewas disuatu tempat yang tidak diketahui tempat macam apa yang menjadi kuburan sementaranya itu. Anehnya ditemukan sesuatu yang mencurigakan didalam tasnya, sebuah tusukan sate dan sebuah tiket akuarium bawah tanah yang tertusuk oleh tusukan sate itu. Nah, menurut kalian dari mana asal pemuda itu ?"
sekian lama guru IPA itu bercerita, tidak disadarinya bahwa para muridnya tertangkap basah sedang tercengang oleh cerita guru itu, mulut mereka membuka lebar, mata mereka mencuat seperti ingin keluar, suasana penggarukan kepala pun serempak dilakukan oleh murid-murid dikelas itu, baik laki-laki maupun perempuan.
"hhhmmm.... ceritanya memang tidak begitu jelas mengarah kemana, tetapi satu-satunya petunjuk adalah tusuk sate dan tiket akuarium bawah tanah itu, kenapa dia meninggalkan tusuk sate didalam tasnya ya, sepertinya ini perlu waktu yang cukup lama" batin abdul berusaha menganalisis cerita yang diberikan gurunya itu.
"gawat. aku tidak tahu apa maksudnya, cerita yang diumumkannya itu tidak begitu jelas mengarah kemana. Aku tidak akan memberikan laki-laki sombong itu menang kali ini" bukan hanya abdul saja yang batinnya bergejolak memikirkan kuis yang diberikan bu fitri itu. Rina pun kali ini tampak bingung dengan cerita milik guru IPA tersebut.
Waktu demi waktu sudah berlalu, jam pelajaran pun sudah hampir habis. Bahayanya adalah bila abdul tidak bisa menyelesaikan ini dia tidak bisa mendapatkan tanda tangan seluruh siswa dikelas itu, ditambah lagi selepas pulang sekolah dia harus membersihkan seluruh sekolah bila gagal dalam tantang yang diberikan penjaga sekolah itu. Sedikit petunjuk sudah ada digenggaman abdul saat ini, namun para murid masih berfikir keras untuk memecahkan cerita yang terlihat sederhana tetapi membuat otak mereka berkerja lebih dari yang biasanya. Seraya dengan pecahnya hening kelas, suara seseorang menyeruat mengagetkan para muris dikelas itu.
"saya bu, jawaban yang sederhana namun berefek sangat panjang bagi siswa yang ada disini, ibu adalah guru yang hebat. Jawabannya adalah PERBATASAN"
Menyusul suara yang hilang itu fitri sang guru pun terkejut dan memberikan kata-kata pada orang tersebut.
"bagus, apa alasanmu menjawab perbatasan dan dimana perbatasan itu berada ?"
"cukup mudah, jika pemuda itu dari daerah maka dia tidak akan mau mencoba makanan yang terlalu mewah. Alasan mengapa tusuk sate itu berada didalam tasnya dan ditusukan oleh tiket akuarium bawah tanah adalah dia sedang sedih mengingat tempat tinggalnya, pemuda itu memiliki potensi yang cukup pintar jadi dia membuat seperti itu. Tusuk sate sebenarnya mewakili wilayah bandung dan tiket itu mewakili surabaya. Gedung sate dan Monumen patung Suro dan Baya. Pemuda itu berasal dari perbatasan antara orang sunda dan orang jawa. Benarkan bu FITRI" penjelasan yang cukup serius oleh abdul dengan wajah senyum sombongnya itu membuat guru itu cukup puas dan kaget atas apa yang dia saksikan.
Selesainya abdul untuk urusan tanda tangan dikelas itu pun dibarengi oleh bunyinya bell sekolah yang menandakan waktu istirahat telah tiba. Hanya sisa satu tugas saja untuknya, memberikan lembar tanda tangannya kepada penjaga sekolah itu. Setelah hukuman selesai ia baru bisa masuk kelas selepas jam istirahat selesai. Lagi-lagi dia mendapatkan suara seperti mendengarkan konser secara bertubi-tubi, beruntungnya ia hanya mendapatkan itu sejenak saja.
Pelajaran pun berakhir, sekolah membubarkan aktivitas dan kegiatan belajar mengajar. Tidak diduganya, ia bertemu kembali dengan rina, tidak mau menemui keributan, ia memutuskan untuk bersembunyi terlebih dahulu. Langkah demi langkah dibuat rina menjauh dari sekolah itu, dan tanpa disadari olehnya abdul yang sudah dari awal mengikuti jejak rina, keingin tahuannya untuk mengungkap siapa dia sangat kuat.
"sejauh ini aku mengikutinya, kenapa ia tidak menggunakan kendaraan untuk sampai kerumahnya. Atau jangan-jangan dia melakukannya dengan sengaja" dengan bergaya seperti ninja diacara televisi ia menguntit rina entah sampai mana itu akan berakhir.
"sudah lah, kau tidak perlu mengikuti ku seperti itu, lebih baik kau berjalan bersama dengan ku kan" tanpa disadari, ternyata rina sudah mengetahui tingkahnya. Dengan sangat terkejut, abdul menunjukan dirinya dengan cara menjatuhkan dirinya oleh kesadaran rina akan persembunyiannnya.
"e... dari ma...na kau tau aku telah mengikutimu ? kau punya indra keenam ya ?" dengan wajah kesal, abdul melontarkan beberapa pertanyaan pada rina.
"bagaimana ya, kau perlu tau seorang wanita lebih sensitif dan perasa untuk melindungi dirinya sendiri dari orang-orang seperti mu. Lalu apa urusanmu padaku ?" ucap rina dengan senyum manis yang membekukan wajah abdul dengan pose yang kurang enak untuk dipandang.
"a...anu..e... itu... aku hanya ingin tahu dari mana kau bisa secerdik itu untuk menjawab pertanyaan guru galak itu. Siapa kau sebenarnya, dan aku punya firasat yang kurang baik padamu. Jadi aku mengikutimu sampai sejauh ini" dengan membenarkan wajahnya dari keabstrakannya itu ia berkata dengan kerennya dan itu tentu ditanggapi lain oleh rina yang dari awal bertemu sudah berlaku dingin pada abdul.
~ BersambunG ~
tunggu kelanjutannya segera...
^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar