Selamat datang dan selamat menikmati... XD
^_^
Author : Abdul aziz
Genre : romace, komedi, mistery (detective), action
Type : to be continue
>>Pertemuan<<
"Hoaaam..." udara seketika menjadi kotor karena seorang pemuda yang terbangun dari tidurnya baru saja menguap. Wajah yang tampak kacau namun tidak keren itu seakan menghiasi tempat bernaungnya dipagi hari.
Abdul aziz namanya, seorang pemuda yang baru saja masuk sekolah sebagai murid kelas 3 SMA ini selalu mengawali paginya dengan berolahraga pagi, seperti berlarian kesana kemari karna bangun kesiangan, berlari mengejar bus sekolah yang selalu menjadi bus terakhir yang berangkat kesekolahnya. Belum lagi saat dia dihukum berdiri jongko saat dia terlambat kesekolah. Ada alasan mengapa dia selalu terlambat kesekolah, ia adalah anak yatim piatu, karna bosan dengan suasana dipanti asuhan, dia akhirnya melarikan diri dari pondok itu.
Kehidupannya dibiayai oleh yayasan disekolahnya karna dia merupakan siswa yang cerdas, tapi tidak dengan kesehariannya. keseharian hidupnya dapat dipenuhi hasil dari dia bekerja sebagai penjual koran saat siang dan pagi. Abdul memang bersekolah secara bergilir baik siang maupun pagi. Kegemarannya adalah bermain video game, dia selalu mampu menyelesaikan game yang ia mainkan. sejak kecil juga sudah terlihat dari pontesinya memasang lego dalam berbagai bentuk.
"Maaf pak satpam, saya terlambat lagi. Silahkan berapa angka yang harus saya pecahkan saat ini ?" Tanya abdul dalam nafas yang terengah-engah.
"Heh !! Kamu lagi, mau sampau kapan kau telat terus ? Kau ingar berapa gaya hukuman yang telah bapak berikan padamu sampau saat ini ? Dan sudah berapa ribu angka yang sudah bapak katakan pada kamu ? Kali ini bapak akan...." belum pak satpam itu menyelesaikan kata-katanya yang melesat bagaikan jet tempur.
"Selamat pagi pak, maaf saya terlambat" cetus seorang wanita yang tiba-tiba berada disamping abdul.
"Oh de rina... silahkan de masuk, baru telat beberapa menit kok. Jadi silahkan masuk saja de" balas satpam itu dengan nada yang lemah lembut bagaikan bicara dengan anaknya sendiri dan bertolak belakang dengan nada bicara kepada abdul.
"Satpam ini aneh sekali, bisa-bisanya dia membiarkan wanita yang tidak jelas asal usulnya itu masuk kesekolah" batin abdul dengan kekesalannya pada sang satpam.
"Pak itu siapa ? kenapa Wajahnya aneh begitu? Apa dia tidak mandi saat kesekolah ?" Berbagai pertannyaan keluar dari bibir seorang wanita yang tampak tipis itu.
"Hei, wanita yang tidak tahu aturan bersekolah, jangan bicara seenaknya ya. Kau tidaj diajarkan sopan santun kepada orang lain yaa..." tersinggung dengan ucapan rina, abdul pun berkicau dengan wajah kesal dan jengkel pada wanita itu.
"Iyalah...iyalah... pak satpam tolong hukumannya yang spesial ya untuk dia dan untuk persembahan untuk aku" tidak mau kalah, rina pun kembali mengeluarkan kata-katanya.
"Ba...baik de rina" jawab satpam itu khawatir.
"Huhf... bahkan satpam yang terlihat garang pun takluk didepan wanita judes itu. Sandiwara macam apa ini" Fikiran abdul pun menuai berbagai masalah.
"Baiklah, saatnya kembali ke dirimu bocah badung...."
Hukuman kali ini diniatkan berbeda dari hukuman sebelum-sebelumnya. Dia diminta untuk menandatangani seluruh siswa kelas 3 dengan sebuah buku. Tentu saja tidak terlupakan dengan nama mereka masing-masing. Kendala ditemuinya saat dia ingin meminta tanda tangab kekelas yang didiami rina.
"Kreek...." suara pintu yang sudah agak lapuk itu menimbulkan suara yang tidak begitu enak didingar.
"Aduh, ini pintu horor banget ya suaranya" cetusnya dalam hati.
"Permisi bu, sayaa..." terkejutnya ia sampai-sampai kata-kata yang ada diotaknya tidak bisa terucapkan oleh bibir seksinya itu. Tatapan tajam para guru dan murid yang ada diruangan itu pun membuat abdul menjadi keringat dingin, kakinya yang halus mulai tumbuh rambut-rambut halus, matanya yang sipit kini mampu menandingi besarnya bola mata cyclop (monster bermata satu), tanganya yang coklat bagaikan caramel kini menjadi pucat bak kertas HVS, dilubang hidungnya mulai mengeluarkan cairan, namun dihisapnya kembali dan dinikmatinya sensai itu dengan waktu yang singkat.
"Brraaakk...." sebuah hentakan memecah keheningan kelas yang dingin itu. sontak abdul terkejut mendengar hentakan sebuah penggaris diatas meja.
"Hei kau !! Cepat apa yang ingin kau lakukan dikelas ku. Harus dalam hitungan 3 kau harus cepat menyelesaikannya..." ntah kerongkongan macam apa yang membuat guru wanita itu mampu berteriak-teriak tanpa menghela nafas terlebih dahulu."I...iya bu, saya kemari untuk meminta tanda tangan para artis dikelas ini bu." Jawabnya dengan kegugupan yang dialaminya.
"Kalau begitu, jalankan syaratku terlebih dahulu karena telah mengganggu kelas ku".
"Firasat buruk kini menghantuiku sekarang" eluh abdul dalam batinnya.
Hukuman push up sudah biasa dilakukannya, berlari, dan olah raga lainnya pun sudah pernah diberikan kepadanya sebagai hukuman karna sering terlambat datang. Tapi kali ini sekan berbeda, ia disuruh untuk menjawab soal-soal yang akan diberikan oleh guru itu. Fitri namanya, ia seorang guru IPA wanita disekolah itu. Sifatnya memang tegas dan to the point. Maksud dari guru itu sebenarnya baik, ia hanya ingin tahu seberapa kecerdasan dan kepintaran bocah itu. Kenyataannya memang ibu fitri sudah tahu kalau abdul murid yang berprestasi namun kelakuaannya yang sering terlambat membuat namanya tercemar dan kurang digemari oleh teman-temannya.
"Baiklah, ibu akan memberikan kau soal yang berbeda, silahkan ambil tempat duduk yang kosong lalu pindahkan kedepan. Bagi murid yang lain, bila tahu jawabannya silahkan langsung saja sebutkan jawabannya. Dan ibu hanya akan memberikan 5 buah pertanyaannya bila bocah pengganggu ini mampu menjawab 3 soal saja, maka kami akan menuruti perintahmu itu" kata demi kata dikeluarkan guru IPA itu. Dilain pihak, abdul sempat menelan ludah beberapa kali dan menunjukan muka saat dia diserang oleh penyakit diarenya.
"soal pertama tentang sejarah jam didunia. jam pada masa ini sangat penting bagi kita, sebagai penentu waktu jam juga bisa berfungsi sebagai penanda aktivitas kita sehari-hari. pertanyaan ibu untuk kalian adalah, apakah jam tertua dimuka bumi ini ?" tidak lama guru itu memberikan penjelasan sekaligus pertanyaan pada murid-muridnya, seseorang langsung mengangkat tangannya secepat cahaya kilat menyambar permukaan bumi.
"saya bu"
"iya. silahkan rina, apa jawabanmu ?" ternyata seorang perempuan yang tidak lain adalah musuh pertama abdul saat memasuki gerbang sekolahnya tadi pagi itu mengetahui jawaban apa yang diberikan pada guru IPA yang bernama fitri itu.
"jawabannya adalah jam sundial atau jam matahari pertama kali digunakan pada tahun 3500 sebelum masehi, bu"
"huh. bergaya sekali dia. mau bermain serius ya dengan ku" batinnya yang masih kesal terus berkecambu semakin kuat untuk memberi pelajaran kepada wanita itu.
~ BERSAMBUNG ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar